Jumat, 28 September 2012

THE MOST SUCCESFULL FOOTBALL CLUB IN THE WORLD







Sejarah

Kantor pusat pertama didirikan di 'Fiaschetteria Toscana' di Via Berchet di Milan, pada 1899. Sejak saat itu sejarah Milan yang sarat kejayaan terlahir karena klub itu terus mencatatkan namanya dalam buku rekor sepakbola sebagai salah satu tim yang paling terkenal dan paling sukses di dunia terutama dalam 15 tahun terakhir.
Sejarah Rossoneri bertaburan dengan nama-nama legendaris yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan klub, apakah itu para presiden, pelatih atau pemain. Presiden pertama adalah seorang expatriate asal Inggris, Alfred Edwards, yang menyaksikan klub itu meraih gelar pertamanya – hanya dua bulan setalh didirikan. Presiden dengan kesuksesan terbanyak adalah Silvio Berlusconi yng telah membawa Milan ke puncak dunia sejak berkuasa pada 1986.
Sebuah tim besar membutuhhkan seorang pelatih besar pula dan Milan jelas pernah ditangani oleh sejumlah bakat besar. Sosok-sosok seperti Gipo Viani, Nereo Rocco dan Nils Liedholm adalah para jagoan di era awal dan mereka diikuti oleh Arrigo Sacchi dan Fabio Capello yang membawa taktik dan strategi tim ke level baru yang banyak disebut-sebut sebagai pendekatan modern terhadap sepakbola. Seiring dengan itu, masing-masing dari mereka juga memastikan timnya memainkan sepakbola spektakuler.
Kejayaan di era Berlusconi diawali oleh Sacchi dan diikuti oleh Capello yang memenangi banyak trofi. Sacchi memenangi Piala Eropa secara beruntun bersama sebuah tim yang dianggap sebagai salah satu tim terhebat sepanjang sejarah, juga merebut gelar Serie A title, dua Piala Interkontinental dan Piala Super Eropa. Capello meneruskan itu dengan empat gelar liga, satu Piala Eropa dan satu Piala Super Eropa. Alberto Zaccheroni mempertahankan tradisi hebat itu dengan membawa timnya merebut gelar liga di tahun pertamanya sebelum Fatih Terim mengambil alilh untuk waktu yang singkat dan kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada Carlo Ancelotti yang kepiawaian manajemennya telah membawa Milan kembali ke puncak di Italia dan Eropa.


Honours

 

CUP WINNERS' CUP

Cup Winners'Cup
2
chiudi

EUROPEAN SUPER CUP

European Super Cup
5
chiudi

INTERCONTINENTAL CUP

Intercontinental Cup
3
chiudi

LEAGUE SUPER CUP

League Super Cup
6
chiudi

FIFA CLUB WORLD CUP

Fifa Club World Cup
1
chiudi

Pusat Olahraga Milanello 

 

Sepenuhnya dibangun kembali dan direnovasi atas keinginan Silvio Berlusconi, Milanello kini merupakan salah satu pusat olahraga paling bergengsi dan inovatif di Eropa. Terletak di sebuah bukit setinggi 300 meter, dengan jarak hanya 50 kilometer dari Milan dan dekat ke Varese, Milanello bisa dengan mudah dicapai lewat jalan raya yang menuju ke danau-danau.
Pusat olahraga yang dibangun pada 1963 terletak di sebuah oasis hijau seluas 160 ribu meter persegi, juga memiliki sebuah hutan cemara dan danau kecil dan terletak di antara kota Carnago, Cassano Magnago dan Cairate. Garis perbatasan di antara kota-kota itu melewati tengah-tengah ruang ganti Milanello.
Saat ini Milanello menjadi asset penting, tak hanya buat klub Milan, tapi juga seluruh sistem sepakbola Italia. Ini sesuai dengan target yang dibidik Andrea Rizzoli yang dulu memutuskan untuk membangunnya. Silvio Berlusconi telah memastikan keberlanjutannya dengan keinginan kuatnya untuk melengkapi para pelatih dan pemain dengan sebuah pusat olahraga komprehensif yang didesain untuk memuaskan kebutuhan mereka. Sejumlah fasilitas paling mutakhir di Milanello juga telah sering digunakan oleh Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC) dalam persiapan timm nasional untuk menghadapi kompetisi-kompetisi seperti Kejuaraan Eropa 1988, 1996 dan 2000.
Di Milanello ada enam lapangan reguler, satu lapangan dengan rumput sintetis (35 x 30 m), satu lapangan tertutup rumput (42 x 24 m) dan sebuah lapangan rumput terbuka berukuran kecil yang disebut "kandang" lapangannya dikelilingi oleh tembok setinggi 2,30 meter dan di atasnya terdapat pagar setinggi 2,5 meter. Di dalam kandang ini permainan tak pernah berhenti, bola selalu bergerak untuk meningkatkan kecepatan eksekusi. Sebuah jalanan yang melalui hutan denhgan panjang 12 meter dengan berbagai ketinggian, digunakan sepanjang musim untuk latihan fisik para pemain (berlari dan bersepeda) dan untuk pemulihan para pemain yang cedera. Bangunan utama dari pusat olahraga itu adalah sebuah gedung dua lantai (plus basement) yang terdiri dari kantor-kantor, kamar para pemain, satu ruang perapian, sebuah ruang televisi, sebuah ruang biliar; sebuah bar, sebuah dapur, dua ruang makan, ruang media, ruang pertemuan, binatu, ruang setrika dan pusat medis. Di samping bangunan utama terletak "tempat tamu" di mana tinggal beberapa pemain dari Departemen Pemuda. Para remaja yang datang dari berbagai wilayah di Italia, dan juga dari luar negeri, ini pergi ke sekolah seperti layaknya para remaja lain dan pada sore harinya mereka mengikuti sesi latihan di lapangan.

Ruang Ganti

Bangunan yang terpisah dari gedung utama ini memiliki dua ruang ganti (satu untuk tim inti dan yang lainnya untuk tim yunior) dan sebuah gym yang sangat modern dilengkapi dengan peralatan Technogym paling mutakhir, salah satu kebanggaan Milan.

Gym

Gym ini merupakan area yang paling sering direnovasi: pada musim 2000-2001, luas tempat latihan indoor ini telah digandakan. Gym berteknologi tinggi yang mutakhir ini menawarkan kemungkinan untuk berlatih dan mengevaluasi jadwal latihan setiap pemain. Ini adalah sebuah pusat olahraga inovatif di mana para pemain dan staf bisa menggunakan perlengkapan paling baru dan canggih yang pernah ada di dunia. Perlengkapan di gym Milanello yang telah direnovasi ini terdiri dari mesin-mesin untuk melatih kekuatan seluruh otot dan latihan cardiovascular, mesin-mesin untuk rehabilitasi persendian dan untuk evaluasi (REV 9000), Technogym Systems (TGS), kunci-kunci untuk menyusun program latihan individual dan panduan rehabilitasi.
Milanello kini dianggap sebagai Pusat Olahraga nomor satu di dunia oleh semua operator internasional. Tim nasional Italia sering menggunakannya sebagai lokasi untuk pemusatan latihan menghadapi tugas-tugas penting seperti Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa.
Fasilitas dan pelayanan akomodasi teknis paling mutakhir ini menawarkan kondisi ideal untuk penanganan terbaik kegiatan olahraga pada level kualitas tinggi. Perubahan terakhir diterapkan pada titik yang jadi pusat perhatian di sektor komunikasi: baru-baru ini dipasang kabel sepanjang 3000 meter untuk menempatkan kamera-kamera Milan Channel – saluran tematis klub – di titik-titik strategis untuk meliput semua yang terjadi di Pusat Olahraga Milanello untuk para fans.


Sejarah Stadion San Siro 

 

Sebuah hadiah dari Pirelli

Stadion San Siro (dinamai berdasarkan seorang Santo yang mendapatkan sebuah kapel di pinggir kota ini) merupakan hadiah dari presiden Milan Piero Pirelli (menjabat dari 1909 selama 20 tahun) buat 'Milan-nya’. Stadion ini dibangun dalam waktu hanya 13 dan setengah bulan berkat kerja keras 120 pekerja bangunan. Total biaya pembangunannya mencapai 5 juta lira yang nilainya saat ini sama dengan 4,5 juta euro. Stadion ini didesain oleh Ulisse Stacchini, arsitek yang punya karya besar seperti Stasiun Pusat Milan, dan insinyur terkenal, Alberto Cugini.

Peresmian

San Siro didesain berdasarkan stadion model Inggris, hanya untuk sepakbola dengan empat tribun yang berkapasitas 35.000 penonton. Stadion itu dibuka pada 19 September 1926, saat Inter mengalahkan Milan 6-3. Pertandingan liga pertama di stadion ini dimainkan pada 19 September 1926 saat Milan kalah 1-2 dari Sampierdarenese sementara laga internasional pertama dimainkan pada 20 Februari 1927 di mana Italia imbang 2-2 dengan Cekoslowakia. Hingga akhir tahun 1945, San Siro hanya menjadi properti eksklusif Milan sementara Inter memainkan laga kandang mereka di Arena di pusat kota. Sejak saat itu “Teater Sepakbola” ini telah mengalami banyak renovasi hingga terciptanya monumen sepakbola seperti sekarang.

Perluasan pertama

Milan menjual stadion ini ke dewan kota pada 1935 dan tiga tahun kemudian dibuat keputusan untuk memperluas tribun. Sepakbola semakin menjadi fenomena masal sehingga San Siro harus diperluas untuk memenuhi tuntutan itu. Arsitek Rocca dan Insinyur Calzolari diberi tugas itu dan mereka memanfaatkan struktur yang sudah ada yang mendukung interiornya untuk membangun lereng eksternal untuk memudahkan akses ke stadion. Pada 1952, kapasitasnya ditargetkan 150.000 penonton, tapi setelah diskusi dengan dewan kota jumlah itu ditolak. Setelah menghabiskan 5,1 juta lira untuk memodernisasi stadion, peresmian dilakukan pada 13 Mei 1939 saat Italia imbang 2-2 dengan Inggris. Jumlah pemasukan dari penjualan tiket untuk laga itu mencapai 1,2 juta lira.

Pengembangan kedua

Pekerjaan untuk perluasan kedua stadion tersebut dimulai pada 1954 dan 12 bulan kemudian, pada 26 Oktober 1955, stadion itu dibuka dengan kapasitas 85.000 penonton. Set lampu sorot pertama dipasang pada 1957 dan yang diikuti pemasang papan skor elektronik pada 1967. Lampu-lampu sorot itu dimodernisasi pada 1979 saat level kedua dibangun. Stadion utu kemudian secara resmi diganti namanya sebagai penghormatan terhadap Giuseppe Meazza, pemain Inter dan Milan yang terkenal pada 1930 dan 1940-an, pada 3 Maret 1980. Pada 1986, level pertama menjadi sektor tempat duduk bernomor dan berwarna. Tribun utama berubah menjadi merah, tribun di sekitarnya dan menghadap ke sana diwarnai jingga, tribun utara di belakang gawang diwarnai hijau dan tribun selatan tempat para fans Milan berkumpul diberi warna b ru.

Ring Ketiga

Menyambut Piala Dunia 1990 Kotapraja Milan memutuskan untuk memugar stadion “Meazza” setelah mereka menolak usulan untuk membangun stadion baru dengan alasan biaya tinggi dan waktu terbatas. Usulan pertama adalah mendesain proyek futuristik dan menakjubkan: pembangunan ring ketiga dan atap untuk menaungi semua penonton. Proyek yang didesain oleh Arsitek Giancarlo Ragazzi, Arsitek Enrico Hoffer dan Insinyur Leo Finzi, ini adalah pembangunan ring ketiga di tribun yang bertumpu pada tiang independen yang didesain disekitar bangunan stadion. Struktur ring kewtiga yang baru ini bertumpu pada 11 menara silinder yang dibuat dari beton. Menara-menara ini juga menyediakan akses ke tribun dan berbagai layanan dan berdiri terpisah dari bangunan yang sudah ada. Empat dari menara ini juga menopang balok-balok atap. Untuk memberikan kenyamanan maksimal, semua tempat duduk baru bersifat ergonomis, diberi nomor dan diwarnai dengan empat warna berbeda untuk menunjukkan empat sektor utama di stadion. Ke-85.700 penonton dinaungi oleh atap melengkung yang terbuuat dari polikarbon. Setelah itu dipasang sebuah sistem drainase baru dan pemanas dan sebuah sistem lampu sorot. Pada 8 Juni 1990 stadion itu menggelar upacara pembukaan Piala Dunia dengan pertandingan perdana Argentina lawan Kamerun. Sejak itu “Scala del Calcio” menjadi ajang gairah jutaan fans. Pada musim panas 2008, untuk memenuhi standar baru UEFA, kapasitas stadion telah menjadi 80.018 penonton.

Figur

Untuk merampungkan bangunan ini dibutuhkan 10.000 kwintal semen, 3500 meter kubik pasir dan 1500 kwintal besi. Untuk menandai lapangan dibutuhkan 80kg kapur untuk menggarisi dimensi dengan panjang 105 meter dan lebar 68 meter. Balok-balok pembatas berjumlah 204 masing-masing dengan panjang 296 meter dan berat 1100 dan 2000 ton. Atapnya dilengkapi dengan 256 lampu sorot yang memancarkan sinar 3500 watt. Untuk membangun konstruksi utama dipasang dua mesin derek setinggi 64 meter. Di dalam stadion terdapat sejumlah pintu keluar darurat dan sebuah elevator servis dengan kapasitas berat 1000 kg. Stadion San Siro terletak di seberang lintasan balap kota dan 6 kilometer dari pusat kota Milan.

Tak hanya sepakbola

Stadion San Siro adalah simbol kota Milan (seperti Scala dan Duomo) dan bangunan ini terkenal tak hanya untuk sepakbola, tapi juga event-event besar lainnya yang mengukir sejarah. Contohnya pertandingan tinju antara Duilio Loi dan Carlo Ortis (1 September 1960), duel ulangan dari perebutan gelar juara dunia kelas welter junior. Ada 53.043 orang saat itu, 8 ribu di antaranya berada di dekat ring tinju. Pertarungan itu dimenangi oleh petinju Italia, Loi dan menghasilkan 130 juta lira. Stadion itu juga juga pernah digunakan untuk menggelar konser musik. Bob Marley (27 Juni 1980) menampilkan aksinya di Tribun Utara. Ada 90 ribu orang yang datang menyaksikan pemusik jamaika itu. Pemandangan serupa saat pertunjukkan Bruce Springsteen (1985). Tribun Merah pernah digunakan untuk menggelar event disko terbuka. Kini, di bawah Tribun Selatan, ada sebuah museum yang menampilkan semua sejarah A.C. Milan dan Inter F.C. lewat memorabilia dari orang-orang yang membuat sejarah itu. Stadion itu dikunjungi oleh 50 ribu orang saat tak ada pertandingan. Sejak 1 Juli 2000 San Siro diurus bersama oleh A.C. Milan dan Inter F.C.